Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Puisi: Air Mata Bunda

Wednesday, June 6, 2012


Dengan sedikit terkoyak hati ini meronta
Saat Bunda bercerita tentang apa yang terjadi
Tak kuasa aku melihat air mata Bunda
Yang menetes di antara guratan-guratan di wajahnya

Bunda….
Hati ini teriris perih
jikalau melihatmu seperti ini
Terlalu sakit….
terlalu pedih….

Bunda….
Sudah cukup kau menanggis seperti itu
Anakmu…anakmu ini tak ingin melihatmu seperti itu

Kutahan air mataku dan bergegas kulangkahkan kakiku meninggalkan Bunda yg masih terisak….
Aku menuju kamar, kuluapkan kesedihanku
kehancuran hatiku yang begitu dalam

Tuhan kenapa dunia terlalu kejam seperti ini???
Yang kukira ayah yang bersamaku itu
ayah yang terbaik untukku, tapi ternyata
dialah yang tega membuat ibu terluka seperti itu

Karya: Nikmatul Mufidah

Puisi: Apa yang Terjadi di Negara Ku?


Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Hukum dibuat mainan
Suap menyuap menjadi suatu kebiasaan
Koruptor hidup mewah di balik jeruji
Sedangkan rakyat menderita di pinggir jalan

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Ombak berlarian menerjang daratan
Tanah bergoyang menghancurkan yang duduk di atasnya
Gunung batuk mengeluarkan dahaknya

Apa yang Terjadi di Negara Ku ?
Penculikan begejolak di mana-mana
Pembunuhan menjadi budaya baru
Demo tanpa bakar-bakar kurang seru

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Hutan hijau hilang ditelan manusia
Hewan langkah mati tapa menyisahkan tulang belulang
Ikan habis di telan perut rakus

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Prestasi di dunia menuruni gunung
Sepakbola tergusur karena kepentingan politik
Bulutangkis hanya jadi penghias di setiap turnamen dunia

Apa yang Terjadi di Negara Ku?
Dulu kita Jaya
Dulu kita Bahagia
Dulu kita Ditakuti
Dulu kita Berprestasi
Dulu kita Aman
Dulu kita Sejahtera

Sekarang kita tak lebih dari seorang PECUNDANG hanya demi sesuap nasi kita menghalalkan semua cara

Apa yang Terjadi di Negara Ku?

Karya: Umar Al Faruq

Puisi: Arti Sebuah Cinta

Ku langkahkan kaki
Melangkah menuju jalan di depan mata ku
Aku terdiam dan terpaku menatap kedepan
Dan aku terhenti di sebuah persimpangan jalan

Kubaca tulisan dibadan jalan, yang bertuliskan

Kiri menuju ke kebencian
Kanan menuju ke bahagiaan
Maju menuju ke kesetiaan
dan Mundur menuju ke sengsaraan

Aku terdiam sejenak

Dan terdiam semakin lama
Aku linglung harus melangkahkan kaki ini ke arah mana
Akhirnya kaki ini kuat untuk melangkah Maju

Saat itulah ku mulai mengerti apa itu CINTA

CINTA adalah sebuah pilihan untuk aku memilih antara KESEDIHAN dan KEBAHAGIAAN


Karya: Umar Al Faruq